2 Cara Mengubah Makna Suatu Kata

Makna Kata

makna kata pembentuk kesuksesan
sumber gambar: pixabay.com

Kali ini saya akan menuliskan artikel mengenai “makna suatu kata“. Sebelumnya telah saya tulis artikel mengenai perkataan. Jika Anda belum membacanya, ada baiknya Anda membacanya sejenak. Sekarang kita akan membahas sesuatu yang lebih rumit. Jika perkataan adalah tubuh, maka makna adalah nyawanya. Sekarang ini begitu banyak kata-kata yang tidak jelas dan makna seringkali membingungkan. Contohnya adalah kata-kata yang mengandung unsur lebay. Dalam sinetron seringkali kita menemukan kata-kata semacam itu. Bukannya menghina karya seseorang atau ide kreativitas seseorang. Jika dampaknya positif sih sah-sah saja. Tapi jika kita lihat, dampak negatifnya lumayan banyak. Anak-anak zaman sekarang menjadi korban dari perkataan-perkataan semacam itu. Kita bisa membandingkan anak-anak zaman dulu dengan zaman sekarang. Berbeda kan? Dari segi perkataan, anak-anak zaman dulu terlihat lebih sopan, tidak seperti sekarang.

Penting sekali untuk berkata-kata dengan baik. Itu adalah tugas pertama kita dalam berucap. Lalu tugas yang kedua adalah mencari makna dari perkataan yang sering kita ucapkan.

Terkadang kita berkata bahwa hal itu sulit, hal itu mustahil, hal itu tidak mungkin dilakukan. Kita harus tahu arti dari sulit, mustahil, dan tidak mungkin dilakukan. Jika suatu perkataan lebih banyak pengaruh negatifnya, sudah sepatutnya kita buang. Tapi untuk perkataan yang bagus tapi membatasi keleluasaan Anda, sudah seharusnya Anda mengubah maknanya! Contohnya apa? Kata ‘pengusaha’, seperti yang telah saya tuliskan dalam artikel Setiap Orang yang Mau Berusaha adalah Seorang Pengusaha.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk memperkuat atau melemahkan suatu makna perkataan. Namun di sini saya hanya menuliskan dua cara yang bisa semua orang gunakan. Dua cara ini cukup mudah yaitu:

1. Penyempitan dan Perluasan Makna

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia kita temui banyak sekali penggunaan kata. Kali ini kita tidak akan membahas banyak teori. Teori kali ini sederhana, dan bisa kita praktekan langsung. Teori ini adalah “penyempitan dan perluasan makna”. Mungkin banyak sekali kata-kata yang telah mengalami reformasi dari zaman ke zaman. Tapi yang terpenting adalah maknanya!

Anda mengenal seorang sarjana? Kita menyebut seorang sarjana ketika seseorang telah lulus dari sebuah universitas dan mendapatkan gelar. Makna sarjana telah dipersempit. Dulu orang menyebut sarjana sebagai orang yang cerdas dan pintar. Namun zaman menyempitkan maknanya, sehingga sarjana hanya untuk orang-orang yang lulus dari universitas dan bukannya setiap orang yang cerdas dan pintar.

Jika sarjana adalah contoh kata untuk penyempitan makna. Lalu contoh kata untuk perluasan makna adalah hidup. Hidup, dalam KBBI berarti masih ada atau masih dapat bergerak. Sekarang kata hidup telah lebih dari pada sekedar masih ada atau masih dapat bergerak. Hidup diartikan sebagai sesuatu yang sangat luas dan tidak terbatas. Hidup bukan saja secara fisik, namun juga secara rohani. Ada juga orang yang hidup secara fisik, namun sekarat dari segi kejiwaan, mental, ataupun kerohanian, Inilah salah satu contoh perluasan makna.

2. Metafora

metafora
gambar metafora. Sumber: pixabay.com

Dalam buku Anthony Robbins, Awaken the Giant Within menjelaskan mengenai metafora pada bab 10 dengan judul Hancurkan Hambatannya, Robohkan Dindingnya, Lepaskan Tambangnya, dan Menari-narilah Menuju Kesuksesan: Kuasa Metafora Kehidupan

Metafora dalam KBBI, adalah pemakaian kata atau kelompok kata yang bukan arti sebenarnya. Mungkin Anda kesulitan untuk memahami metafora. Tapi jika Anda membaca contohnya Anda pasti akan langsung mengerti. Kebanyakan orang memiliki metafora yang membatasi dan membuat dirinya sendiri hancur. Contohnya antara lain, hidup ini tidak adil, aku seperti sampah, tembok itu terlalu sulit untuk dilewati, masalah datang tiada henti, hidup ini seperti neraka, teman-temanku menggerogotiku seperti tikus, aku hancur (apakah benar Anda hancur? Hancur di sebelah mana? Bisa kah kita obati?), sudahlah semuanya gelap.

Itulah kumpulan metafora yang buruk! Jika Anda mau hidup Anda hebat, Anda harus memiliki metafora yang bagus. Satu metafora saja mampu membuat kehidupan Anda berubah. Daripada Anda mengatakan hidup ini tidak adil, bagaimana jika Anda berkata hidup ini memberikan kejutan? Atau kehidupan adalah tantangan yang harus dihadapi? Dengan demikian Anda menjadi lebih termotivasi lagi dalam menjalani kehidupan.

Saya akan memberikan contoh metafora yang bagus, mungkin Anda bisa menggunakan beberapa dari metafora ini. Hidup ini indah, hidup ini seperti permainan, semangatku membara, aku lebih dari pemenang, hidup memberikanku kesempatan, kegagalanku akan menjadi bahan dasar kesuksesanku, usaha akan memberikan hasil, impian menjadi kenyataan, tidak ada yang mustahil, mustahil adalah ketika kita melakukan hal yang salah, selalu ada kemungkinan bagi orang yang berada dalam jalan kebenaran.

Sekian dari saya, semoga dua cara tadi dapat bermanfaat bagi Anda. Cara yang pertama adalah menggunakan perluasan atau penyempitan makna dan yang kedua adalah menggunakan metafora. Mungkin saat ini Anda sedang gagal, nah ayo kita ubah makna kegagalan. Kegagalan, misalkan kita ubah metaforanya, kegagalan adalah batu bata yang dilemparkan kehidupan pada kita, dan kita membangun sebuah menara melalui batu bata itu. Saya yakln, jika semua orang mempunyai pemikiran semacam ini, semua orang akan sukses. Mereka tak akan pernah membuang batu bata bernama kegagalan itu dengan sia-sia. Sudahkah Anda siap untuk sukses? Jika belum, ayo persiapkan!

Jika ada kesalahan atau kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Jika Anda menyukai artikel ini, Anda bisa membagikannya pada setiap orang yang Anda cintai, teman-teman Anda, keluarga, saudara, atau pada siapapun. Anda lebih dari pemenang!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s