3 Kerugian dari Menyepelekan Hal Kecil

Menyepelekan adalah cara termudah untuk menghancurkan diri

Gambar anak kecil yang menyepelekan sesuatu
Sumber: flickr.com

“Udin, udah kerjain PR belum?”

Udin menjawab, “Nanti aja, Mah! Lagi seru nih!”

“Awas, Din, nanti kelupaan.”

“Ya, Mah!”

Lalu Udin pun berkata dalam hati, Ah si mamah ini mengganggu saja.

Dan karena terlarut dalam permainan yang dimainkan Udin, akhirnya Udin pun melupakan PR-nya. Besoknya ia dihukum, dan disuruh keluar oleh Pak Guru.

Nah, hayo, apakah Anda pernah mengalami kejadian dari si Udin? Mungkin tidak sama persis. Tapi intinya bisa diciptakan menjadi satu kata yaitu: MENYEPELEKAN.

Banyak sekali orang suka menyepelekan. Biasanya hal yang kecil. Tapi perlu kita ketahui, sesuatu yang kecil adalah sesuatu yang akan menjadi besar. Mungkin kita sudah terlalu sering mendengar kata itu, sampai-sampai kita mual. Tapi itulah faktanya. Menyepelekan hal kecil sama seperti menyepelekan seorang anak dinosaurus. Ah dia kan masih kecil. Nanti kalau sudah besar, waduh pasti akan sangat berbahaya.

Bisa dikatakan menyepelekan sesuatu adalah cara termudah untuk menghancurkan diri sendiri. Buruknya selain ini cara termudah, cara ini kadang muncul tanpa kita sadari!

Jadi apa kerugian yang kita dapatkan jika kita menyepelekan sesuatu? Baiklah akan saya paparkan apa saja kerugiannya. Ayo kita simak.

1. Menghilangkan Kesempatan Emas Anda

motivasi untuk tidak menyepelekan sesuatu
Hei kamu! Jangan menyepelekan hal kecil! Sumber flickr.com

Siapa yang pernah naik pesawat? Bayangkan jika dulu sebelum semua orang berpikir bisa terbang, lalu Anda mencetuskan ide bahwa manusia bisa terbang. Bayangkan apa yang akan terjadi.

Ya, Anda akan ditertawakan! Anda akan dihina! Anda akan disepelekan!

Tapi apakah orang-orang akan menyepelekan ide itu sekarang? Tidak akan! Mungkin dulu orang menganggap ide itu gila, lalu menyepelekannya, tapi jelas sesuatu yang hebat selalu tampak jelek sebelum hal itu berkembang dan membesar.

Bayangkan jika Wright bersaudara tidak tertarik dengan gagasan-gagasan mereka, usaha-usaha mereka, dan tentunya passion mereka. Mereka akan mengganggap ide mereka adalah sampah yang tak berguna. Seandainya mereka masih hidup, saya jamin, mereka akan bangga.

(Baca juga artikel mengenai Wright Bersaudara di Penemu.com)

Dalam artikel yang saya baca, awal ketertarikan mereka berawal dari sebuah mainan helikopter sederhana yang diberikan ayahnya. Dari hal kecil itu, menciptakan ide yang besar seperti sekarang.

Jadi apa yang Anda impikan? Apa yang Anda cita-citakan? Bukankah itu peluang emas? Mungkin ide Anda itu begitu kecil tapi biarkan dia berkembang. Anda bisa mengembangkan dan menjadikan ide Anda begitu hebat, sehebat Wright bersaudara.

2. Menghilangkan Motivasi Anda

Inilah yang paling berbahaya. Kesempatan boleh hilang. Tapi motivasi, jiwa Anda, tidak boleh hilang. Mungkin banyak orang yang menyepelekan Anda, berkata bahwa Anda tidak mampu. Selama Anda tidak turut pada mereka, Anda adalah diri Anda sendiri! Anda bukan mainan mereka yang suka mengolok-olok Anda.

(​Baca juga artikel super ini: Kekuatan Besar Untuk Mengubah Kehidupan Kita)

Siapa tahu Anda yang diolok-olok oleh mereka, yang dipandang sebelah mata oleh semua orang, adalah seorang jenius sejati! Seperti Thomas Alva Edison yang dikeluarkan dari sekolahnya. Dengan tegas gurunya berkata pada Ibunya Pak Thomas, anak Anda bodoh. Tapi Ibu seorang Thomas Alva Edison tak pernah menganggap anaknya bodoh. Anaknya adalah jenius!

Kita bisa menikmati bola lampu sekarang. Itu semua berkat Pak Thomas Alva Edison. Dia pernah bilang: 1% inspirasi dan 99% keringat. Jadi kita tidak perlu banyak ide, cukup satu ide. Dengan catatan kita terus berusaha dengan ide kita itu. Dari kecil pasi akan menjadi besar.

3. Menciptakan Masalah dan Anak-Anak Masalah

Dari kasus si Udin tadi, kita bisa mengambil pelajarannya. Karena ia terlalu menyepelekan PR-nya, akhirnya dia pun menunda-nunda. Lalu muncullah monster malas. Hingga akhirnya malas mengeluarkan sesuatu yang kita sebut overload atau kelebihan muatan, atau bisa juga kelelahan. Setelah itu ia pun lupa mengerjakan PR-nya, selanjutnya ia ditegur gurunya, ia merasa kesal, menyalahkan dirinya, lalu dan selanjutnya, dan selanjutnya.

(Baca juga artikel motivasi ini: 7 Monster dalam Diri yang Harus Ditumpas)

Mungkin cukup sampai ditegur gurunya. Tapi bagaimana jika ditegur memunculkan rasa kesal pada gurunya? Atau malas dengan pelajaran tersebut?

Itulah kekuatan menyepelekan! Kekuatan untuk menghancurkan diri kita.

Selain itu, jangan pernah kita berkata: aku gak mungkin sukses. Atau sepuluh tahun kemudian aku pasti jadi pengangguran. Jangan pernah berkata seperti itu.

Kata-kata memiliki kekuatan. Telah saya jelaskan dalam artikel Kata-Kata: Sihir untuk Meraih Kesuksesan.

Jika kata-kata Anda menyepelekan diri Anda sendiri, energi Anda menciut. Akhirnya Anda akan menghadapi masalah yang besar.

Tambahan

Apapun yang Anda lihat di sekitar, atau yang muncul dalam pikiran Anda. Sekiranya itu menarik, Anda bisa menuliskannya di secarik kertas. Lalu Anda boleh melupakannya.

Setelah beberapa hari, Anda boleh membaca kembali ide Anda itu. Timbang dalam benak Anda, apakah ide Anda dapat berkembang dan bermanfaat untuk Anda serta sesama, atau malah sebaliknya. Jika manfaatnya kurang Anda bisa membuangnya, atau lebih baik lagi beritahu pada teman Anda yang bisa diajak berpartisipasi.

Membuang ide bukan berarti menyepelekan. Ini disebut pertimbangan. Jadi Anda harus mengetahui mana yang dapat menguntungkan Anda dan mana yang keuntungannya kecil. Ini akan menghemat energi Anda.

Akan tetapi sekalipun keuntungannya kecil bagi Anda, jika Anda tertarik, mengapa tidak mengembangkannya?

Sesuaikan dengan pertimbangan dan ketertarikan Anda.

Penutup

Jadi sekurang-kurangnya itulah 3 Kerugian Jika Kita Menyepelekan Sesuatu, yaitu:

  1.  Menghilangkan kesempatan emas Anda
  2.  Menghilangkan motivasi Anda
  3.  Menciptakan masalah dan anak-anak masalah

Mengapa saya menyebut menyepelekan adalah cara termudah untuk menghancurkan diri? Sebenarnya banyak cara yang dapat digunakan untuk menghancurkan diri. Tapi ketika Anda menyepelekan ide Anda, Anda tahu? Peluang emas Anda akan hilang, dan tentunya akan berpengaruh pada masa depan Anda.

Sekian dari saya. Apapun yang terdapat dalam artikel ini, tidak bermaksud untuk menyinggung Anda. Semoga tulisan ini mampu menyadarkan Anda mengenai bahaya menyepelekan apapun itu, baik ide, masalah kecil, atau apapun. Jika ada kekurangan Anda bisa memberitahu di kolom komentar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, silakan bagikan jika Anda menyukai artikel ini. Salam sukses untuk Anda!

Iklan

2 thoughts on “3 Kerugian dari Menyepelekan Hal Kecil

    1. Hal tesebut pastinya pernah dirasakan oleh semua orang. Jadi yang perlu dilakukan adalah perubahan pola pikir atau mindset. Jadi ciptakan rasa puas ketika menyelesaikan sesuatu, entah itu dengan cara memberi reward pada diri sendiri, misalnya membelikan es krim untuk diri sendiri, atau sekadar mengepalkan tangan dan menyemangati diri sendiri. Jika pola pikir tersebut sudah tertanam dalam alam bawah sadar, semua pasti akan lebih mudah… ^^

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s