10 Alasan Mengapa Banyak Orang yang Belum Sukses

Mengapa Banyak Orang yang Belum Sukses
Sumber: Buat sendiri

Halo, Sahabat Momentum!

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas topik yang sangat menarik ini. Sekarang saya ingin bertanya pada Anda, apakah Anda sudah maju? Jawab dalam hati Anda secara jujur. Atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menjawabnya, akan saya bantu jawab. Anda sedang dalam proses maju. Mengapa? Anda sudah yang sudah mau meluangkan waktu beberapa menit untuk membaca artikel ini, sudah tentu mau maju, itu disebut komitmen.

Di sini akan saya paparkan semua fakta-fakta yang pastinya akrab dengan diri kita, yang disadari ataupun tidak, yang membuat kita tidak maju. Baiklah tanpa basa-basi, sebab saya sadar waktu kita berharga.

1. Menyepelekan Segala Hal

Saya melakukan sebuah riset kecil-kecilan di Facebook. Saya mengirim sebuah survei pada 15 orang, yang diantaranya adalah teman-teman saya, orang yang baru saya kenal, dan seorang guru. Anda ingin tahu apa yang terjadi? Hanya 3 orang yang menjawab pertanyaan-pertanyakan yang saya ajukan. Itu membuktikan bahwa 9 orang lainnya menyepelekan pertanyaan-pertanyaan yang saya sampaikan.

Bisa Anda bayangkan kan bagaimana seandainya Anda berbicara tapi Anda tidak di dengar. Nah di sini saya berusaha menyuguhkan fakta yang ada yaitu: orang biasa menganggap semuanya sampah, tapi orang cerdas bisa membuat sampah jadi barang yang bernilai.

Satu hal yang luar biasa, tapi agak aneh, adalah ketika Ibu saya yang pulang kampung dari Palembang membawakan oleh-oleh berupa manisan kulit jeruk.

Memang, rasanya tidak seenak buahnya. Tapi di sini terlihat bahwa orang yang menciptakan produk tersebut ingin menciptakan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Kalau orang rata-rata bisanya cuma buang sampah, itu pun tidak dimasukkan ke tong sampah.

Jadi, perhatikan lagi ya, Sahabat Momentum. Apakah Anda masih suka menyepelekan sesuatu atau tidak.

2. Tidak Tertarik Pada Apapun

Orang yang tidak sukses, tidak tertarik pada apapun. Atau kalaupun mereka tertarik, mereka tidak mengembangkannya lebih lanjut. Yang saya lihat dari sudut pandang saya, banyak sekali orang yang memiliki potensi tapi tidak mau mengembangkannya, alasannya banyak, mungkin itu tidak punya modal, mungkin takut gagal, ini, itu, ini, dan itu.

Jika kita menyukai sesuatu, fokuslah pada hal itu. Jangan sampai bakat kita tersia-siakan. Mungkin Anda ingin menjadi seorang penyanyi. Tapi Anda hanya menganggapnya sampai sebatas hobi, dan tidak ingin menjadikannya hidup Anda.

(Baca juga artikel dahsyat ini: 5 Tips Ampuh untuk Tetap Fokus)

Jika Anda ingin benar-benar mengalami hidup, jalanilah pekerjaan Anda dengan sangat maksimal, jadikan hidup Anda hidup yang penuh dengan gairah dan semangat. Jika Anda benar-benar menikmati hidup Anda, dan menjadikan passion Anda sebagai jalan hidup Anda, Anda akan mendapatkan sekurang-kurangnya 3 hal ini.

  1. Rasa bahagia, perasaan senang ketika mengerjakan suatu hobi, rasa sukacita yang melimpah
  2. Royalti, atau penghasilan dari pekerjaan Anda
  3. Kontribusi, orang-orang yang akan terinspirasi oleh Anda, orang-orang yang nantinya akan Anda bantu, atau sesuatu yang dapat Anda berikan untuk dunia yang lebih baik.

3. Hidup itu Harus Mengalir-Mengalir Saja

Ini alasan yang kontroversial, tapi tetap saja masuk kategori mengapa seseorang tidak kunjung sukses. Saya percaya kalau kita harus mengalir, tapi kita harus tahu kita mengalir ke mana. Kita semua punya takdir dan nasib. Mungkin secara fisik kita memiliki kekurangan, itu takdir yang tidak bisa diubah. Tapi nasib kita? Kesuksesan kita? Finansial dan tentunya kualitas hidup kita bisa diubah.

Hidup itu harus mengalir, memang, tapi penting sekali kita mengalir ke mana.

Jika kita mau berusaha lebih. Berusaha lebih tidak selalu kita bekerja tanpa henti, atau bekerja di atas jam normal seperti para maniak kerja yang sudah sukses, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dan seorang anak yang menghasilkan $100.000 atau sekitar Rp. 1 milyar lebih dalam usia 14 tahun, Caleb Maddix.

Tidak kita tidak harus seperti itu. Semuanya dimulai dari diri sendiri. Tanyakan pada diri Anda sendiri perkembangan apa yang saya dapatkan hari ini? Apa yang membuat saya berbeda dengan orang lain? Atau apa yang bisa kuberikan untuk banyak orang?

Jadi mulai dari sekarang, jalani hidup yang berbeda. Cobalah untuk mendapatkan perkembagan 1% per hari, dalam aspek apapun yang Anda tekuni.

4. Terlalu Takut Gagal

Robert Kiyosaki sebagai ahli uang, dia mengatakan bahwa akan lebih baik kalau kita mengalami kegagalan sedini mungkin. Mengapa? Karena dari kegagalanlah kita bisa belajar. Dari kegagalan, kita bisa memberikan nilai tambah. Kita bisa menjadi lebih baik dari orang lain.

Mungkin kelihatannya orang yang bangkrut, atau orang yang kehilangan pekerjaannya adalah orang yang tidak kompeten. Memang. Sangat tidak kompeten. Dengan satu pengecualian, kalau ia memaknainya sebagai cara belajar, lalu bangkit dan memulai semuanya dari awal sampai sukses. Itu artinya orang itu lebih dari sekadar kompeten.

Kita juga tahu, atau mungkin belum tahu, bahwa sebelum Facebook, Mark Zuckerberg pernah menciptakan Facemash yang mengalami kegagalan? Yang namanya kegagalan itu gak enak, sangat-sangat gak enak.

Kegagalan yang saya rasakan salah satunya adalah blog yang sepi. Jika Anda para blogger, Anda pasti merasakan apa yang saya rasakan. Tapi di sini saya belajar untuk membangun Relasi (Fakta membuktikan bahwa 87% transaksi jual beli terjadi dikarenakan cara membangun relasi yang baik), Internet Marketing, Facebook Ads, UX/UI Design. Saya rasa pengetahuan saya menjadi bertambah.

Sekali lagi rasanya memang tidak enak. Suka ngenes sendiri. Tapi dengan peralatan dan pengetahuan yang baru, yang saya dapatkan dari kegagalan-kegagalan itu, saya siap untuk melakukan yang terbaik, untuk melakukan sesuatu yang baru.

Sekarang giliran Anda menciptakan cerita Anda.

5. Merasa Tidak Mungkin

Berapa banyak orang yang merasa tidak mungkin ketika sedang mencapai kesuksesan? Banyak sekali.

Sebenarnya bukan tidak mungkin, tapi belum menemukan cara yang tepat. Seperti Sylvester Stallone yang mengirim naskah Rocky untuk dijadikan film. Ia ditolak ribuan kali, tidak bukan ditolak, ia belum menemukan sutradara yang pas.

(Ingat akan kuasa kata-kata atau ucapan? Kalau lupa simak lagi yuk artikel ini: Kata-Kata: Sihir untuk Meraih Kesuksesan)

Atau hal yang sudah ribuan kali Anda dengar yaitu: tentang Thomas Alva Edison yang gagal ribuan kali dalam menciptakan bola lampu.

Seorang wartawan pernah bertanya pada Thomas Alva Edison, “Sir, apa yang akan Anda lakukan jika ternyata Anda gagal lagi di percobaan terakhir Anda?”

Thomas Alva Edison menjawab, “Jika hal itu terjadi, saya tidak akan berbasa-basi dengan Anda di sini. Saya akan langsung ke laboratorium, dan melakukan penelitian lagi.

Nah sekarang apakah Anda masih merasa tidak mungkin?

6. Tidak Memiliki Passion

Kebanyakan orang hanya ingin mengalami hidup yang datar. Atau setidaknya menganggap bahwa semua kemampuan mereka hanya sampai di titik itu, hanya sampai untuk diri mereka sendiri. Padahal, mungkin banyak orang-orang di luar sana yang membutuhkan kemampuan kita.

Untuk itu milikilah passion. Apapun yang Anda sukai, itu semua bisa jadi passion. Seperti kecintaan Robert Kiyosaki akan uang. Apakah pria itu mata duitan? Gila uang? Mungkin. Tapi semua itu tidak serta merta buruk. Sebab tentunya dengan fasilitas yang lebih, kita bisa memberikan lebih. Seperti contohnya memberikan dana untuk yayasan-yayasan panti sosial, panti asuhan, panti jompo. Atau memberikan bantuan pada orang yang mengalami suatu musibah.

Jadi apapun bisa jadi passion Anda. Mungkin Anda suka berlari. Tidak ada salahnya menekuninya. Siapa tahu Anda akan menjadi atlet marathon. Atau Anda suka foto-foto di Instagram, tidak ada salahnya untuk mempelajari dunia permodelan. Anda layak menerima yang lebih. Siapapun layak menerima yang lebih, jika Tuhan mengijinkan. Dan jika itu baik, apakah Tuhan tidak akan mengijinkannya?

7. Tidak Mengikuti Perkembangan Zaman

Di dunia ini ada satu kekeliruan. Misalkan, Anda menggunakan facebook, instagram, youtube, atau apapun, apakah Anda termasuk mengikuti perkembangan zaman? Tidak. Anda hanya mengikuti trend.

Salah satu pertanyaan ini akan memberi Anda jawaban, apakah Anda hanya mengikuti trend, atau mengikuti perkembangan zaman.

Apa yang Anda dapatkan dari teknologi tersebut?

Jika jawabannya tidak ada manfaat, hanya untuk lihat status-status yang tidak jelas, hanya untuk chattingan, hanya untuk gaya saja, maka Anda harus mengevaluasi hidup Anda sekali lagi. Tidak ada yang salah dengan kepuasaan saat memasuki dunia sosmed. Tidak ada yang salah dengan mengupload foto ke instagram. Tapi sekali lagi, kita dituntut untuk memikirkan masa depan kita. Apa yang dapat kita lakukan supaya di masa depan kita tidak mengalami kesulitan.

Nah di sinilah Anda harus melakukan semuanya, membangun suatu pertahanan masa depan supaya di masa depan Anda tidak menderita.

Bagaimana Anda ingin membangun masa depan Anda, jika fasilitas yang Anda miliki tidak digunakan dengan optimal? Mungkin hanya untuk menelpon pacar saja?

Jangan salah paham, saya tidak ingin mengajak Anda untuk berjualan online di Instagram. Tidak bukan itu, itu sudah terlalu sering. Tapi bagaimana kalau menciptakan bisnis atau perusahaan dan memasarkannya dengan pemasaran yang tepat di Instagram?

Mungkin Anda yang tidak punya smartphone akan merasa iri pada yang punya smartphone. Nah sekarang gunakan apapun yang Anda punya untuk meraih kesuksesan Anda, sebab semuanya itu adalah teknologi.

Mungkin Anda tidak mempunyai apa-apa, sebab Anda adalah seorang rantauan dari desa. Coba pikirkan 3 nasihat yang diberikan oleh ayah Anda. Itu adalah teknologi, jika Anda mau percaya.

Anthony Robbins selalu menyebut cara-cara pengembangan dirinya sebagai teknologi, meskipun umurnya sudah lebih dari berpuluh-puluh tahun.

Secara singkat dan mudahnya, mengikuti trend adalah menggunakan semua hal, tapi tidak untuk dikembangkan lebih lanjut. Mengikuti perkembangan zaman, adalah menggunakan teknologi (yang ada), untuk meningkatkan kemampuan kita.

Anda tergolong yang mana?

8. Menganggap Bahwa Nilai Akademis Penting

Memang penting. Tapi cobalah untuk melihat berapa banyak sarjana yang jadi pengangguran. Berdasarkan artikel yang saya baca ada ratusan ribu para sarjana yang menganggur.

Nilai akademis itu penting, tapi nilai kehidupan lebih penting. Saya tahu sekolah itu penting. Tapi benar sekali kata Robert Kiyosaki, banyak sekolah mengajarkan Anda untuk pintar, mendapatkan nilai bagus, pintar dalam berbagai studi dari matematika sampai seni budaya. Disayangkan sekali, mereka mengajar Anda sampai pintar supaya Anda dapat bekerja di perusahaan yang besar, mengurusi usaha orang lain, menjadi karyawan bagi orang lain, dan bukannya untuk menciptakan perusahaan sendiri.

Itu kenyataan yang paling menyakitkan bagi saya. Saya sekolah selama 12 tahun, dan tidak ada yang menekankan saya untuk menjadi seorang entrepreneur. Bukannya saya bersikap kurang ajar, saya berterimakasih sekali. Masalahnya, kebanyakan orang mengajarkan saya untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi, mendapatkan nilai bagus, menguasai semua bidang studi, untuk bekerja di perusahaan besar, membuat kaya orang lain.

Tapi saya mengerti. Mengapa? Sebab tentunya mereka harus mengalami suatu pengalaman kesuksesan, agar mereka bisa memberikan sesuatu bagi murid mereka. Pak Chandra Putra Negara pernah mengatakan, alasan mengapa Indonesia miskin entrepreneur adalah karena tidak adanya seorang mentor. Nah bagaimana kita bisa belajar bisnis, jika yang mengajari kita sendiri tak pernah berbisnis? Akhirnya kita harus belajar sendiri. Tapi biarlah, kita tidak perlu ambil pusing, justru dari pengalaman kita, kita bisa berbagi pada para junior. Ketika kita sudah sukses, kita akan mengajak mereka untuk menjadi orang yang sukses juga.

9. Mereka Mau Sukses Tapi Tidak Ingin Berkomitmen untuk Sukses

Poin ini sangat penting.

Anda ingin kaya? Ingin!!! Anda ingin berkomitmen untuk kaya? Ingin! Apakah Anda ingin mengurusi bisnis Anda di depan laptop, sementara teman-teman Anda sedang bersenang-senang di mall? Ing… Eh entar dulu biar saya pikirkan lagi.

Mau kaya, mau jadi orang sukses, Mau ini, mau itu. Semua itu hanya mau, bukan berkomitmen.

(Baca artikel keren ini: ​Komitmen, Ekstensi Kehidupan yang Sukses)

Mungkin Anda pernah berkata bahwa Anda akan sukses di umur sekian. Itu bagus. Tapi kalimat tersebut memiliki kata ‘akan’. Jadi pertanyaanya apakah kata akan itu bisa diganti menjadi secepat mungkin?

Nah itu dimulai dari komitmen. Komitmen itu tidak mudah. Memang Anda tidak perlu bekerja di atas jam rata-rata. Komitmen yang paling dasar dalam sebuah bisnis atau kesuksesan adalah, siap untuk gagal dan dicemooh orang.

Pegang kata-kata saya. Anda boleh memulai bisnis manapun, pasti akan mengalami kegagalan. Percaya pada saya. Kegagalan akan membuat Anda jatuh, tapi di situlah keberanian Anda akan muncul. Orang-orang akan melihat betapa tangguhnya Anda bangkit dari kegagalan. Seperti Jepang yang dilemparkan bom atom oleh Sekutu. Dalam 2 tahun Jepang bangkit. Mengapa kita tidak bisa? Jadi bersiaplah untuk gagal dan dicemooh orang. Jadilah kuat. Miliki komitmen yang kuat.

Kalau Anda gagal, ada dua pilihan yang bisa diambil bangkit atau tetap terjatuh seperti seonggok besi karatan.

10. Tidak Suka Motivasi

Ini mencakup semua poin di atas. Nyatanya (seperti iklan Sprite), kebanyakan orang Indonesia tidak suka akan motivasi. Saya sungguh sedih. Sebab, hampir semua kesuksesan orang diciptakan oleh motivasi. Memang, motivasi yang hakiki harus berasal dari dalam. Tapi bagaimana Anda bisa mendapatkan motivasi dari dalam, sementara Anda sendiri tidak berusaha memprogram alam bawah sadar Anda dengan informasi-informasi positif dari luar?

Jadi cintailah motivasi. Jangan iri terhadap kesuksesan orang lain. Tapi cobalah untuk mengagumi dan belajar bagaimana mereka bisa sukses. Motivasi atau pengembangan diri tidak memandang dalam bidang apa kesuksesan seseorang, tapi apa yang mendorong ia untuk maju. Jadi apapun bidangnya, motivasi mereka tetap sama. Hore!

Penutup

Jika Anda merasakan kesepuluh alasan tadi melekat dalam diri Anda, Anda bisa segera berubah. Jika Anda tidak terlalu capek, Anda bisa membaca artikel tambahan yaitu 7 Monster dalam Diri yang Harus Ditumpas. Atau jika Anda sudah lelah, cukup bookmark saja nanti bisa Anda baca. Anda tak perlu melahap semuanya sekaligus.

Selamat, sebab Anda telah menikmati seminar dari saya. Orang-orang rela membayar dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah untuk menikmati sebuah seminar. Tapi di sini Anda menikmatinya dengan gratis.

Saya tidak hitung-hitungan, karena itu memang tidak perlu. Tapi ingin saya katakan, lihatlah apa yang seseorang katakan, bukan lihat orangnya. Jika menyangkut diri saya, saya bukanlah siapa-siapa. Saya tak punya pengalaman apapun. Saya tak bisa memberitahu Anda pengalaman-pengalaman saya, tapi saya bisa memberitahu Anda pengalaman-pengalaman orang, kegagalan dan kesuksesan orang, yang saya harap akan membantu Anda untuk meraih kesuksesan Anda.

Salam sukses untuk Anda. Jika Anda merasakan bahwa artikel ini bermanfaat silakan bagikan pada orang-orang sekitar Anda. Kita tak pernah berjumpa secara langsung, tapi kita dekat, sebuah visi atau mimpi menyatukan orang-orang yang berbeda, diantaranya kita. Kita berbeda, tapi memiliki mimpi yang sama. Apa itu? Kesuksesan.

Salam hebat luar biasa!

Iklan

9 thoughts on “10 Alasan Mengapa Banyak Orang yang Belum Sukses

    1. Ya benar sekali kak… Beberapa orang memang seperti itu. Tapi proses itu gak bisa dihindari, pasti kita akan alami… Kabar baiknya, meskipun seolah-olah perasaan motivasi kita menghilang, bagi yang sungguh-sungguh semua itu terekam dalam alam bawah sadar kita kak.. 😀

      Disukai oleh 1 orang

    1. Nah itu yang harus menjadi sikap seorang yang mau sukses…
      Siap dicemooh, banyak hattersnya (ketimbang yang kagum, tapi gak selalu jga sih), siap gagal… Pokoknya siap hancur… tapi harus siap untuk kembali bangkit 😀

      Suka

    1. Ada suatu persepsi seperti ini (saya dapat dari Pak Chandra), misalkan orang memulai suatu bisnis, mereka takut rugi, takut gagal.. ya mungkin mereka kehilangan uang, tapi jika mereka mau percaya, sebenarnya mereka mendapatkan pengalaman yang tidak di dapatkan orang lain… 😀

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s