5 Cara Efektif Memulai Sesuatu Tanpa Mengganggu Rutinitas Sehari-hari

Cara Memulai Sesuatu dengan efektif tanpa mengganggu rutinitas sehari-hari

Pagi, Sobat sukses! ^_^

Di pagi yang indah ini, kita harus percaya bahwa hari ini akan menjadi salah satu hari terbaik dalam hidup kita.

Sesuai judul, kata kuncinya adalah “mulai”.

Apakah yang sudah Anda mulai hari ini?

Aku sudah bangun, Ko Hepy!” (Saya tertarik memiliki panggilan semacam ini, karena seorang Internet Marketer yang cukup kondang – Ko Rico Huang ^_^)

Oke! 😀

Aku sudah mandi, Ko Hepy!

Aku sudah bersih-bersih lho!

Siiipp! Anda adalah orang yang sudah pasti akan sukses!

Memang benar, tidak akan yang akan terjadi kalau kita tidak memulainya.

Semua hal pasti harus dimulai.

Tapi, dimulai aja gak cukup kan, Koh?

Betul!

Untuk itulah mengapa artikel ini diciptakan. Artikel ini dapat menjadi inspirasi buat Anda yang mau memulai sesuatu, tapi kesulitan untuk menyelesaikan apa yang sudah Anda mulai.

Tapi, itu bukan masalah besar.

Oleh karena itu, mari kita mempelajari bagaimana cara yang tepat untuk memulai sesuatu, dan menyelesaikannya dengan baik.

Pertama kita harus menanyakan…

1. Kita Mau Memulai Apa?

Kita harus tahu mau mulai apa
Mulai apa ya?

Pertanyaan ini mudah sekali dijawab. (Kadang susah juga sih)

Bagi beberapa pelajar, mereka mau mulai belajar lebih rajin.

Good!

Bagi para pekerja ingin agar penghasilan mereka lebih tinggi!

Great!

Bagi para pembicara, ingin agar ucapan mereka lebih berisi dan lebih gurih.

Yes!

Bagi orang tua ingin agar menciptakan keluarga yang harmonis.

WOW!

Semua itu harus dimulai. Kabar baiknya, memulai tidaklah sulit.

Dengan mengambil keputusan, kita sudah menekan tombol “start” dalam hidup.

Tapi mengapa tidak semua orang yang memulai berakhir dengan hasil yang baik?

Pertanyaan itu bisa terjawab dengan mengenal siapa itu ‘pemimpi’

Siapa itu Pemimpi?

Definisi Pemimpi menurut Momentum Kehidupan

Pemimpi adalah para orang yang memiliki mimpi.

Dan semua kebahagian dalam hidup adalah mimpi kita semua bukan?

Banyak orang yang takut bermimpi, mereka takut harapan mereka tidak tercapai.

Padahal bermimpi itu tidak bayar, alias gratis.

Terbukti juga para orang sukses berhasil karena bermimpi.

Kita tidak harus sesukses Bill Gates atau Jack Ma. Tapi minimal, kita mau berusaha untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, bukan?

Jadi, sebelum kita memulai, kita harus tegaskan bahwa hidup ini serba mungkin.

Ada fakta yang membuktikan bahwa orang pesimis 10 kali lebih akurat dibandingkan orang optimis.

…Tapi karena mereka sangat akurat, mereka menjadi takut. Karena mereka takut, fokus mereka adalah untuk menghindari rasa takut.

Padahal, kemungkinan sukses mereka juga besar (bahkan lebih dari rasa takut mereka).

Akhirnya mereka tidak bisa meraih apa yang mereka inginkan dalam hidup ini.

Kita sebagai orang yang berpengaruh, entah itu sebagai orang tua, kakak, guru, mentor, coach, blogger, teman, motivator, dokter, suster, atau siapapun yang berhubungan dengan manusia lainnya harus mengerti arti penting sebuah impian.

Tanyakan saja pada dokter manapun, mana yang paling berpeluang untuk hidup ketika menjalani operasi, orang yang punya keinginan yang besar atau orang yang tidak memiliki keinginan?

Dengan memberanikan diri untuk memimpikan sesuatu, kita sudah siap untuk melakukan tugas berikutnya.

Bagaimana caranya memiliki impian?

Mencarinya? Tidak selalu.

Pikirkan saja, apa yang ingin Anda rasakan kelak.

Hidup bahagia, bisa saling menolong, bisa memiliki rumah bagus, bisa menyumbang ke orang yang membutuhkan, bisa makan enak, bisa hidup lebih sehat, dan hidup penuh kasih sayang.

Semua itu impian yang hebat kan?

Pastinya Anda ingin merasakan salah satu atau lebih dari keinginan-keinginan tersebut.

Tapi seperti yang telah kita lihat, para pemimpi biasa mati duluan sebelum berjuang.

Kita hadapi dengan…

2. Mindset dan Strategi Memulai Sesuatu

Pola pikir adalah aset yang sangat berharga

Mengapa saya katakan mindset itu penting?

Coba Anda perhatikan gaya makan Anda. Apakah Anda makan lebih dari 3 kali sehari? Atau apakah Anda suka makan mie campur nasi campur kerupuk?

Nah, jika ya, tentunya ada suatu pola dalam pikiran Anda yang menyatakan bahwa hal itu boleh dilakukan.

Padahal, fakta membuktikan: makan nasi + mie + kentang + kerupuk = KARBOHIDRAT BERLEBIHAN, dan oleh karenanya kita berpotensi kena diabetes.

Memang ada suatu pemikiran, “Kalau gak makan nasi, itu gak makan rasanya.”

Untuk itu pola pikir kita harus dibenahi, supaya kita tidak mendapatkan kerugian di masa depan.

Nah, mindset apa yang harus kita miliki jika kita ingin memulai sesuatu?

a. Memulai Lebih Baik daripada Diam

Kenyataannya, kita tidak bisa langsung sukses ketika memulai sesuatu.

Tapi tidak masalah.

Kita sendiri pernah merasakan hal semacam itu bukan?

Kita pernah terjatuh saat mau berjalan atau ketika pertama kali naik sepeda.

Kita juga gemetaran ketika pertama kali belajar menulis.

Kita menghafalkan kata-kata bahasa Inggris lebih dari 10 kali supaya lancar.

Wah, perjuangan yang penuh makna ya?

Kalau dipikir-pikir, kita sudah tidak lagi merasa tegang karena ujian sekolah. Yups, kita yang sudah lulus tidak pusing memikirkan hal tersebut.

Bagi adik-adik yang masih sekolah, tidak perlu khawatir. Belajar yang maksimal dan percaya kalau kalian bisa.

Akan tiba saatnya, kita melupakan kesusahan hidup kita.

Saya sendiri sudah lupa bagaimana rasa tegang ketika mau ujian.

Begitupula kesulitan lainnya.

Santai saja kalau terkena hambatan. Kita masih bisa bangkit kan?

Setelah mindset, kita harus memiliki strategi yang efektif.

Tentu saja kita tidak bisa melihat matahari pagi lewat barat.

Tapi dengan strategi yang tepat kita bisa melakukannya.

Kita tidak bisa melihat matahari pagi lewat barat. Tapi menggunakan cermin, kita bisa melihatnya bukan?

Jadi, tanpa strategi yang pas kita pasti akan salah.

Misalkan, kita ingin ke gunung, tapi kita malah bawa pakaian tipis. Sudah tentu kita kelabakan.

Itu contoh yang biasa ya?

Coba contoh yang luar biasa.

Misalkan kita ingin jadi seorang onlineshoper. Nah ini ekstrim. Terutama bagi yang gaptek.

Pastinya rentan banget kita mengalami kesalahan.

Saya sendiri mengalami banyak sekali kesalahan.

Mulai dari sepi pengunjung dan takut memulai iklan facebook (membuat artikel ini menjadikan saya lebih berani Up to 65% dari biasanya)

Dari kesalahan-kesalahan tersebut kita akan mengetahui di mana letak lubang yang membuat kita jatuh.

Kita akan menghindari lubang yang sejenis yang akan datang kan?

Jadi prinsipnya adalah, siap belajar dan siap memperbarui kemampuan kita.

Bahkan hal yang terkecil sekalipun!

Seperti berhenti untuk khawatir. Atau berhenti untuk makan nasi campur mie campur kerupuk.

Anda pasti bisa!

Kalau gagal? Anda pasti belajar.
Kalau tidak mau belajar?

Kelak, Anda akan mau belajar.
Apakah Anda ingin hidup Anda berkembang?

Saya yakin jawabannya “ya”. dan saat ini kita sedang sama-sama belajar. Ayo kita teruskan.

b. Memulai Sekarang = Berhasil Kemudian

Banyak orang (termasuk saya sendiri) yang menyesal mengapa kita tidak memulai semuanya dari dulu. Dalam bidang apapun.

Beberapa dari kita pasti pernah merasakan penyesalan semacam itu.

Entah itu, memulai bisnis, fokus pada sekolah, fokus pada cita-cita, atau apapun.

Oleh karena itu, perlu kita garis bawahi, masa lalu sudah menjadi mimpi.

Mimpi-mimpi masa lalu memang suram, tapi kita MASIH punya masa depan.

Siapa yang tahu kalau kita akan gagal lagi?

Mungkin kita berpikir mengenai kegagalan-kegagalan kita hari ini, dan beranggapan bahwa esok akan sama saja dengan hari ini.

Nyatanya, tidak seperti itu.

Kita selalu hadir menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.

Coba bayangkan, Anda menjadi lebih baik dalam segi apa saja?

Mungkin fisik, kesehatan, hubungan, sosial, bisnis, prestasi, dan apapun.

Semua perkembangan itu terjadi karena Anda sudah mau memulainya.

Jika Anda berhasil mendapatkan bayaran dari hasil kerja keras Anda bulan ini, itu semua karena Anda mau “memulai” pekerjaan Anda dulu.

Bisakah Anda bayangkan kalau Anda tidak memulainya?

Anda tidak akan mendapatkan apa yang Anda dapatkan hari ini.

Jadi, ayo kita mulai sekarang apa yang harus kita mulai. Semoga di kemudian hari kita akan mendapatkan hasil dari kerja keras kita.

Kebenaran tidak pernah berbohong – Confusius

Dengan 2 mindset yang telah disampaikan, Anda jadi punya satu faktor tambahan untuk mendukung tindakan Anda.

Apakah menjamin bahwa Anda akan sukses? Saya yakin 100% bisa, selama Anda mau bertekun di dalamnya.

Karena, jika kita 100% bisa sukses, maka kita juga bisa gagal 100%. Tapi itu tidak masalah, selama kita mau melatih diri kita.

Ketika kita bertekun, mungkin kita mengalami banyak kegagalan.

Tapi, perlu kita ketahui satu hal: kita tidak tahu apakah kita masih jauh atau sudah dekat dengan kesuksesan.

Jadi satu-satunya cara adalah dengan memiliki sikap berpengharapan dan percaya.

3. Ambil Waktu untuk Membuat Skala Prioritas

Waktu adalah uang

Setelah Anda tahu mana yang ingin Anda mulai. Anda bisa menentukan mana yang terpenting dari semua itu.

Kalau kita tidak mengambil waktu untuk menyusun skala prioritas, kita akan bingung melakukan tindakan yang mana.

Kalau kita bingung, hasilnya pun akan membingungkan.

Dan kalau hasilnya membingungkan, saya yakin Anda akan kehilangan dorongan untuk melakukan tindakan dan niat baik Anda.

Anda harus memperhatikannya dari segala aspek.

waktu adalah hal yang sangat berharga    Kebutuhan manusia   Kemampuan atau skill   Hasrat dalam melakukan pekerjaan membuat semangat

  1. Waktu
  2. Kebutuhan
  3. Kemampuan
  4. Hasrat

4 Hal di atas perlu diperhatikan kembali.

Misalkan Anda ingin memulai untuk menciptakan sebuah buku.

Perhatikan waktunya, apakah ada pekerjaan lain yang lebih mendesak?

Kalau Anda bekerja sebagai seorang buruh, mungkin Anda tidak bisa menghabiskan banyak waktu untuk menulis buku.

Jadi Anda bisa memberikan waktu 30 – 60 menit untuk menulis buku.

Perhatikan aspek kebutuhan. Apa tujuan Anda menulis buku? Ingin mendapatkan pasive income? Atau keinginan untuk sharing pengalaman?

Jika kebutuhannya semakin kuat, Anda pasti akan mengambil waktu untuk menulis, meskipun waktu Anda sangat sempit.

Perhatikan juga kemampuan Anda. Apa yang Anda perlukan untuk menulis buku?

Tentunya Anda perlu laptop supaya bisa menulis dan mengirimkannya ke penerbit. Anda juga perlu beberapa panduan menulis.

Dengan memperhatikan kemampuan, Anda akan tahu mana yang harus Anda penuhi.

Anda mungkin harus tahu caranya menulis dengan baik. Gaya bahasa apa yang harus Anda gunakan. Jenis buku apa yang harus Anda tulis.

Dan yang terakhir hasrat.

Ini yang paling penting diantara semua.

Mengapa?

Tanpa hasrat dari hati, apapun yang kita mulai tak akan berhasil.

Karena dari hati, terpancar ketulusan.

Ketulusan tak pernah berbohong.

Dengan melakukan suatu hal dengan tulus, kita akan menikmatinya, dan kita akan mendapatkan hasil terbaik.

Tentukan mana yang terpenting, susunlah daftar hal yang ingin Anda mulai. Setelah itu…

4. Buat Jadwal dan Kerjakan!

Just Do It

Mulai merupakan kata yang indah. Tapi tidak akan sesuatu yang selesai jika kita hanya memulainya.

Kita harus mengerjakannya.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat jadwal sesuai prioritas Anda.

Dalam membuat jadwal, hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah fleksibilitas.

Apa itu fleksibilitas? Anda harus fleksibel ketika Anda tidak sempat mengerjakan apa yang Anda lakukan.

Jadi siapkan jadwal yang tidak kaku.

Misalkan, Anda harus menulis buku pada pukul 5 sore.

Tapi, apa yang akan terjadi apabila Anda tidak pernah memberikan waktu pada keluarga? Tentunya itu tidak baik kan?

Nah, sesuai dengan skala prioritas, Anda sebaiknya memberi waktu untuk keluarga dulu.

Setelahnya Anda bisa menulis kembali.

Apakah ini melanggar jadwal yang sudah ditetapkan?

Tidak. Tidak sama sekali.

Bahkan, Anda akan lebih semangat setelah Anda memberikan kasih pada keluarga Anda.

Mood Anda akan menjadi lebih positif, dan Anda akan menulis dengan sukacita.

Satu penyakit dari memulai sesuatu adalah: malas.

Dikatakan bahwa tidak ada orang yang bodoh, hanya ada orang yang malas.

Ungkapan tersebut sangat benar.

Sebab, kalau kita mau mengatasi rasa kemalasan, tidak akan ada kondisi buruk dalam hidup kita.

Sekalipun ada, kita akan cari tahu solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Supaya di masa depan, kita bisa menghadapinya dengan tepat.

Jadi, kalau-kalau Anda malas, tanyakan, “Apa yang membuatku malas untuk melakukan pekerjaan ini? Apa yang harus kulakukan supaya aku tidak lagi malas?”

Anda pasti mendapatkan beberapa solusi yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Dengan mengetahui apa yang menyebabkan kita malas, kita akan lebih mudah untuk menumpasnya.

Jika penyebabnya adalah selalu gagal, kita akan mengubah metode kita.

Jika penyebabnya adalah kurangnya dukungan, kita akan mencoba mencari dukungan (atau mendukung diri kita sebisa mungkin).

Jika penyebabnya adalah kebingungan, kita akan belajar dan memperbarui pengetahuan kita.

Semua penyebab kemalasan, pasti, bisa ditumpas.

Ada juga satu solusi untuk memperlancar jalan kita dalam memulai apa yang kita inginkan. Yaitu…

5. Sedikit-Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit

Ini adalah poin terakhir dalam artikel ini. Poin ini mengandung dua hal.

  1. Harapan
  2. Usaha

Ketika kita berbicara mengenai usaha kecil, kita berbicara mengenai konsisten.

Karena, usaha sebesar apapun tidak akan bisa terwujud tanpa konsistensi.

Kita perlu terus maju.

Kita tidak bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain, jika kita hanya berdiam.

Kita juga berbicara mengenai usaha. Usaha bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Jadi meskipun kecil, hal itu harus dihargai.

Setidaknya kita sudah mau melangkah.

Anggap saja usaha-usaha Anda adalah untuk membangun otot-otot Anda.

Karena, ada kalanya, Anda harus membuat langkah besar.

Anda tidak bisa melompat sebuah jurang dengan dua lompatan kecil. Anda hanya bisa melompat dengan lompatan terbaik Anda.

Percayalah, Anda pasti bisa.

Tugas Anda selanjutnya:

1. Membayangkan apa yang ingin Anda mulai.

2. Miliki dua mindset mengenai ‘memulai sesuatu’.

  • a. Memulai lebih baik daripada tidak memulai sama sekali.
  • b. Memulai sekarang = berhasil kemudian

3. Atur Prioritas berdasarkan 4 aspek.

  • Waktu
  • Kebutuhan
  • Kemampuan
  • Hasrat

4. Mulai mengatur jadwal yang fleksibel dan mengerjakannya dengan tulus.

5. Pegang prinsip “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”.

Penutup

Saya percaya artikel ini bermanfaat untuk Anda. Saya berharap, apapun yang Anda mulai dari sekarang dapat berbuah di kemudian hari.

Tidak ada pohon yang berbuah dalam satu malam.

Semua perlu waktu.

Dan saya tidak sabar mendengar kabar sukses dari Anda kemudian hari.

Terimakasih banyak ^_^

Iklan

One thought on “5 Cara Efektif Memulai Sesuatu Tanpa Mengganggu Rutinitas Sehari-hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s